Langsung ke isi

Cara Mengetahui Produk Paling Laris di Toko

Cara mengetahui produk paling laris: catat penjualan per produk, tentukan satu periode yang sama (harian, mingguan, atau bulanan), lalu urutkan dari jumlah terjual terbanyak. Bandingkan juga omzet dan laba kotor, karena produk paling laris belum tentu paling menguntungkan untuk tokomu.

Ilustrasi laporan penjualan produk pada aplikasi kasir Sabi POS untuk membantu UMKM mengetahui produk paling laris di toko.

Tahu produk paling laris di toko bikin kamu lebih gampang atur stok, nggak kehabisan barang yang paling dicari, dan paham apa yang sebenarnya dibutuhkan pelanggan.

Tapi ingat: yang paling banyak terjual belum tentu yang paling banyak kasih untung. Di artikel ini kamu akan belajar cara menghitungnya, membandingkannya dengan omzet dan laba kotor, lalu memakai hasilnya untuk belanja stok.

Apa itu produk paling laris?

Produk paling laris adalah barang dengan penjualan tertinggi dalam periode tertentu. Ukurannya bisa jumlah unit terjual atau nilai penjualan (omzet).

Contoh: dalam sehari warungmu menjual 50 botol air mineral dan 20 bungkus kopi. Dari jumlah unit, air mineral paling laris. Tapi kalau dilihat dari omzet, hasilnya bisa beda, karena produk yang lebih mahal bisa menghasilkan uang lebih banyak walau terjual lebih sedikit.

5 langkah mengetahui produk paling laris

1. Catat penjualan per produk, bukan cuma total uang

Kalau catatanmu hanya berisi "hari ini dapat Rp1.200.000", kamu tidak akan tahu barang mana yang paling dicari. Setiap transaksi perlu mencatat nama produk dan jumlah yang terjual.

Di aplikasi kasir, ini terjadi otomatis setiap kali kamu memilih produk saat transaksi.

Layar kasir Sabi POS: produk dipilih satu per satu sehingga penjualan tiap produk tercatat otomatis

2. Tentukan periode yang sama

Pilih periode: harian, mingguan, atau bulanan. Yang penting konsisten. Bandingkan minggu ini dengan minggu lalu, jangan satu minggu dengan satu hari.

Untuk toko yang ramai, evaluasi mingguan membantu kamu melihat perubahan permintaan lebih cepat.

3. Hitung dan urutkan jumlah terjual

Jumlahkan unit terjual tiap produk dalam periode tersebut, lalu urutkan dari yang terbanyak.

Contoh penjualan warung selama satu minggu:

PeringkatProdukJumlah terjual
1Air mineral120 botol
2Mi instan95 bungkus
3Kopi kemasan70 bungkus
4Biskuit45 bungkus
5Susu kemasan30 kotak

Dari sisi jumlah unit, air mineral jadi produk paling laris minggu itu.

4. Bandingkan dengan omzet

Produk A terjual 100 unit × Rp3.000 = Rp300.000. Produk B terjual 40 unit × Rp10.000 = Rp400.000.

Produk A lebih laris dari jumlah unit, tapi Produk B menghasilkan omzet lebih besar. Pakai ukuran yang sesuai tujuanmu:

  • Jumlah unit → untuk tahu barang yang paling sering dibeli (penting untuk stok).
  • Omzet → untuk tahu barang yang paling banyak mendatangkan uang.

5. Cek secara rutin

Produk terlaris bisa berubah karena musim, promo, harga, atau kebiasaan pelanggan. Jangan ambil keputusan dari data satu hari saja. Catatan beberapa minggu memberi gambaran yang jauh lebih akurat.

Apakah produk paling laris selalu paling menguntungkan?

Tidak. Keuntungan ditentukan oleh selisih harga jual dan HPP (harga pokok penjualan), bukan hanya jumlah terjual.

KeteranganProduk AProduk B
Jumlah terjual100 unit40 unit
Harga jual per unitRp3.000Rp10.000
HPP per unitRp2.500Rp6.000
OmzetRp300.000Rp400.000
Laba kotorRp50.000Rp160.000

Produk A paling laris, tapi Produk B memberi laba kotor tiga kali lipat lebih besar. Laba kotor di sini = omzet − HPP barang terjual, sebelum biaya operasional seperti gaji dan sewa.

Jadi, lihat tiga angka sekaligus: jumlah terjual, omzet, dan laba kotor.

Cara memakai data produk terlaris untuk mengatur stok

  • Prioritaskan stok produk yang laris. Sesuaikan jumlah persediaan dengan kecepatan jualnya dan lama pengiriman dari pemasok.
  • Cek stok sebelum belanja. Produk laris belum tentu perlu dibeli lagi kalau stoknya masih cukup.
  • Perhatikan produk yang penjualannya turun. Cek harga, letak barang, dan kebutuhan pelanggan sebelum memutuskan berhenti menjualnya.
  • Waspadai kedaluwarsa. Untuk makanan dan minuman, beli sesuai perkiraan permintaan supaya barang tidak menumpuk.
  • Evaluasi setelah mengubah stok. Bandingkan penjualan sebelum dan sesudah perubahan.

Cara melihat produk terlaris di aplikasi kasir Sabi POS

Menghitung manual memakan waktu, apalagi kalau barangmu banyak. Di Sabi POS, semua transaksi tercatat per produk, jadi kamu tinggal buka laporannya.

  1. Lakukan transaksi seperti biasa di layar kasir.
  2. Buka menu Laporan.
  3. Lihat bagian Produk terlaris untuk mengetahui barang yang paling banyak terjual.
  4. Cek juga laba kotor. Kalau kamu mengisi HPP produk (bisa per varian), laporan ikut menghitung keuntungannya.
  5. Perlu diolah lebih lanjut? Laporan bisa dicetak atau diekspor ke CSV untuk dibuka di Excel.
Laporan Sabi POS menampilkan produk terlaris dan laba kotor

Sabi POS juga punya stok dengan peringatan stok menipis, jadi produk laris yang hampir habis lebih cepat ketahuan sebelum benar-benar kosong.

Kalau kamu tidak selalu di toko, laporan bisa dilihat dari HP pantau owner dan ikut terbarui dalam hitungan detik saat online.

Ringkasan laporan Sabi POS yang bisa dipantau owner dari HP sendiri

Aplikasi tetap jalan tanpa internet, dan semua fitur sudah termasuk di setiap paket tanpa biaya per transaksi. Mau lihat sendiri? Coba demo Sabi POS gratis tanpa daftar, atau cek harga paketnya.

Kesimpulan

Untuk mengetahui produk paling laris, catat penjualan per produk, tentukan periode yang sama, lalu urutkan dari jumlah terjual terbanyak. Setelah itu, bandingkan omzet dan laba kotornya supaya keputusanmu tidak hanya berdasarkan jumlah barang.

Pakai hasilnya bersama data stok untuk menentukan barang mana yang perlu dibeli lebih dulu. Dengan pencatatan rutin, keputusan belanja jadi berdasarkan data, bukan perkiraan.

FAQ

Bagaimana cara mengetahui produk paling laris di toko?

Catat jumlah barang yang terjual dalam satu periode, lalu urutkan dari yang terbanyak. Produk di urutan pertama adalah produk paling laris pada periode tersebut.

Apakah produk paling laris selalu paling menguntungkan?

Tidak. Keuntungan dipengaruhi HPP dan biaya lain. Produk yang terjual lebih sedikit bisa memberi laba kotor lebih besar kalau selisih harga jual dan HPP-nya lebih tinggi.

Seberapa sering penjualan produk perlu dicek?

Sesuaikan dengan usahamu: harian, mingguan, atau bulanan. Yang penting periodenya konsisten supaya hasilnya bisa dibandingkan.

Bagaimana data produk terlaris membantu mengatur stok?

Data ini membantu memperkirakan berapa banyak barang yang perlu disediakan. Tetap cek stok aktual dan lama pengiriman dari pemasok sebelum belanja.

Apakah aplikasi kasir bisa menunjukkan produk paling laris?

Bisa, kalau aplikasinya punya laporan penjualan per produk. Di Sabi POS, produk terlaris dan laba kotor langsung tampil di menu Laporan.

Artikel lainnya

Semua artikel