Langsung ke isi

Cara Catat Penjualan Harian agar Tidak Terlewat

Catat setiap penjualan saat transaksi terjadi. Simpan jumlah barang, harga, metode pembayaran, dan total penjualan. Periksa catatan setiap akhir hari agar tidak ada transaksi yang terlewat dan hasil penjualan lebih mudah dipantau. pakai Aplikasi SABI POS untuk cata penjualan rapi

Ilustrasi pemilik usaha menggunakan aplikasi kasir Sabi POS untuk mencatat transaksi dan melihat laporan penjualan harian UMKM

Cara Catat Penjualan Harian agar Tidak Terlewat

Mencatat penjualan harian membantu pemilik UMKM mengetahui jumlah transaksi dan uang yang masuk setiap hari. Tanpa catatan yang rapi, transaksi bisa terlewat, total penjualan sulit dihitung, dan uang kas bisa tidak sesuai.

Cara paling mudah adalah mencatat setiap transaksi saat terjadi, lalu memeriksa kembali hasil penjualan sebelum usaha tutup. Pencatatan bisa dilakukan di buku, spreadsheet, atau aplikasi kasir sesuai kebutuhan usaha.

Mengapa Penjualan Harian Perlu Dicatat?

Catatan penjualan bukan hanya untuk mengetahui omzet. Data ini juga membantu pemilik usaha memantau kondisi bisnis dan mengambil keputusan.

Beberapa manfaatnya antara lain:

  • Mengetahui omzet harian: melihat jumlah penjualan dalam satu hari.
  • Memantau produk terlaris: mengetahui barang yang paling banyak dibeli.
  • Memeriksa uang masuk: mencocokkan catatan dengan uang tunai dan pembayaran digital.
  • Mengurangi transaksi terlewat: memastikan setiap penjualan masuk ke catatan.
  • Membantu evaluasi usaha: membandingkan hasil penjualan dari hari ke hari.

Bank Indonesia juga menyediakan panduan pencatatan transaksi keuangan untuk usaha mikro dan kecil. Pencatatan yang baik membantu usaha menyusun informasi keuangan dengan lebih teratur.

Cara Catat Penjualan Harian dengan Benar

1. Catat setiap transaksi saat terjadi

Jangan menunggu sampai toko tutup untuk mengingat semua penjualan. Catat transaksi segera setelah pembayaran diterima agar tidak ada yang terlupa.

Jika ada banyak pembeli, gunakan sistem pencatatan yang mudah diakses oleh kasir dan pemilik usaha.

2. Masukkan informasi penting

Setiap catatan penjualan sebaiknya memuat informasi dasar berikut.

InformasiContoh
Tanggal17 Oktober 2026
Nama barangKopi susu
Jumlah2 gelas
Harga satuanRp18.000
Total transaksiRp36.000
Metode pembayaranQRIS

Informasi tersebut dapat disesuaikan dengan jenis usaha. Untuk toko yang memiliki banyak produk, nama barang dan jumlah terjual juga membantu saat memeriksa stok.

3. Pisahkan metode pembayaran

Catat pembayaran tunai, transfer, kartu, dan QRIS sesuai metode yang digunakan. Dengan begitu, pemilik usaha bisa memeriksa apakah jumlah uang yang diterima sudah sesuai dengan catatan transaksi.

Jangan langsung menganggap seluruh omzet sebagai uang tunai di laci kasir karena sebagian pembayaran mungkin masuk melalui rekening atau penyedia pembayaran digital.

4. Periksa transaksi yang dibatalkan atau dikembalikan

Transaksi batal dan pengembalian barang perlu dicatat dengan jelas. Jangan menghapus atau mengubah catatan tanpa keterangan karena hal ini bisa membuat jumlah penjualan sulit diperiksa.

Gunakan catatan khusus untuk menunjukkan transaksi yang dibatalkan, pengembalian dana, atau koreksi transaksi.

5. Hitung total penjualan pada akhir hari

Saat toko tutup, periksa jumlah transaksi dan total penjualan. Cocokkan hasilnya dengan uang tunai serta catatan pembayaran digital.

Jika terdapat selisih, periksa kembali transaksi yang belum tercatat, pembayaran yang belum masuk, atau kesalahan saat memasukkan nominal.

6. Simpan catatan dengan rapi

Simpan catatan berdasarkan tanggal agar mudah dicari kembali. Jika menggunakan buku atau spreadsheet, buat salinan data secara berkala.

Jika memakai aplikasi kasir, periksa apakah aplikasi menyediakan laporan penjualan, riwayat transaksi, dan fitur ekspor atau pencadangan data.

Contoh Catatan Penjualan Harian

Berikut contoh sederhana untuk usaha kecil.

ProdukJumlah TerjualHarga SatuanTotal
Kopi susu5Rp18.000Rp90.000
Teh manis4Rp5.000Rp20.000
Roti bakar3Rp15.000Rp45.000
Total12Rp155.000

Dari contoh tersebut, total penjualan kotor hari itu adalah Rp155.000. Angka ini belum tentu sama dengan keuntungan karena belum dikurangi biaya bahan, operasional, dan pengeluaran usaha lainnya.

Catat Penjualan Manual atau Pakai Aplikasi Kasir?

Keduanya bisa digunakan. Pilihan terbaik bergantung pada jumlah transaksi dan kebutuhan usaha.

AspekBuku atau SpreadsheetAplikasi Kasir
PencatatanDiisi secara manualDicatat melalui sistem
Perhitungan totalPerlu dihitung atau memakai rumusDapat dihitung otomatis sesuai fitur
Riwayat transaksiDicari dari catatanDapat dilihat melalui riwayat
Laporan penjualanPerlu disusun sendiriDapat tersedia dalam sistem
Stok barangPerlu diperbarui manualDapat terhubung dengan transaksi sesuai fitur

Jika transaksi masih sedikit, catatan manual bisa menjadi langkah awal. Namun, saat jumlah transaksi bertambah, aplikasi kasir dapat membantu mengurangi pekerjaan berulang dan memudahkan pemeriksaan data.

Baca juga: Aplikasi Kasir Murah untuk UMKM: Fitur dan Harga.

Tips agar Tidak Ada Penjualan yang Terlewat

Agar pencatatan berjalan konsisten, terapkan kebiasaan sederhana berikut:

  • Catat transaksi segera setelah pembayaran.
  • Pastikan setiap kasir mengikuti cara pencatatan yang sama.
  • Periksa transaksi batal dan pengembalian barang.
  • Cocokkan catatan dengan uang tunai dan pembayaran digital.
  • Periksa laporan setiap akhir hari.
  • Simpan data dan lakukan pencadangan secara berkala.

Jika menggunakan aplikasi kasir offline, pastikan transaksi tetap bisa dicatat tanpa internet dan pahami cara data disimpan serta disinkronkan ketika koneksi kembali tersedia.

Baca juga panduan : aplikasi kasir offline.

Catat Penjualan Lebih Praktis dengan Sabi POS

Sabi POS membantu usaha mencatat transaksi dan memantau penjualan melalui sistem kasir. Fitur yang tersedia dapat membantu mengurangi pencatatan manual, terutama ketika transaksi mulai ramai.

Sabi POS mendukung penggunaan online dan offline. Sebelum mengandalkannya untuk operasional, pastikan alur transaksi, penyimpanan data, dan sinkronisasi sesuai kebutuhan usaha.

Pelajari lebih lanjut di website Sabi POS.

Kesimpulan

Cara catat penjualan harian yang baik dimulai dari mencatat setiap transaksi, memasukkan informasi penting, memisahkan metode pembayaran, dan memeriksa total pada akhir hari. Gunakan buku, spreadsheet, atau aplikasi kasir sesuai kebutuhan agar catatan tetap rapi dan mudah diperiksa.

FAQ

Apa saja yang perlu dicatat dalam penjualan harian?

Catat tanggal, nama barang, jumlah, harga, total transaksi, dan metode pembayaran. Tambahkan informasi lain jika diperlukan oleh usaha.

Bagaimana cara menghitung total penjualan harian?

Jumlahkan seluruh nilai transaksi yang berhasil dilakukan pada hari tersebut. Pisahkan transaksi batal atau pengembalian agar hasilnya tidak keliru.

Apakah penjualan harus dicatat setiap hari?

Sebaiknya, ya. Pencatatan harian membantu pemilik usaha memeriksa transaksi saat informasinya masih mudah diingat dan menemukan selisih lebih cepat.

Lebih baik mencatat penjualan di buku atau aplikasi kasir?

Buku atau spreadsheet dapat digunakan untuk transaksi sederhana. Aplikasi kasir lebih praktis ketika transaksi bertambah dan usaha membutuhkan riwayat atau laporan penjualan.

Artikel lainnya

Semua artikel